Dari Sulit Cari Kerja Hingga Jadi Peternak Jangkrik: Kisah Perjuangan Juni Sodikin Bangun Peluang Usaha dari Nol

 

Ikien Ternak Jangkrik

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan dan tingginya persaingan dunia kerja, banyak orang memilih menyerah pada keadaan. Namun berbeda dengan Juni Sodikin. Pria ini justru memilih jalan lain yang tidak biasa — membangun usaha ternak jangkrik dari nol.

Perjalanan itu tidak dimulai dengan mudah. Juni mengaku sempat berkeliling mencari pekerjaan ke sana kemari, namun hasilnya nihil. Bahkan, beberapa pekerjaan yang tersedia meminta sejumlah uang sogokan agar bisa diterima bekerja.

“Daripada uangnya dipakai buat sogokan, saya mikir lebih baik dijadikan modal usaha saja,” ungkapnya.

Dari pemikiran sederhana itulah, Juni mulai memberanikan diri mencoba usaha ternak jangkrik. Meski awalnya penuh keraguan, ia yakin bahwa usaha kecil pun bisa berkembang jika dijalani dengan tekun.

Namun perjalanan beternak jangkrik ternyata jauh dari kata mudah. Salah satu tantangan terbesar yang pernah ia alami adalah saat mendapatkan telur jangkrik dengan kualitas bibit yang kurang baik. Menurutnya, kualitas telur sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jangkrik.

“Kalau telurnya jelek, pas besar makin sedikit karena banyak yang mati,” jelasnya.

Selain kualitas bibit, kebersihan kandang juga menjadi faktor penting dalam usaha ternak jangkrik. Ia mengatakan proses penebaran telur harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan kondisi kandang wajib bersih dari hama, terutama semut.

“Kalau ada semut bisa habis dikerubungi. Jadi memang harus benar-benar dijaga,” tambahnya.

Tidak hanya soal teknis ternak, Juni juga pernah mengalami masa sulit ketika harga jangkrik turun drastis akibat banyaknya peternak liar yang menjual dengan harga rendah. Kondisi itu sempat membuat mentalnya goyah.

Meski begitu, ia memilih tetap menjalani usahanya dengan ikhlas dan perlahan bangkit kembali dari keterpurukan.

“Kalau menyerah sekarang, ya semuanya selesai. Jadi saya jalanin saja pelan-pelan,” katanya.

Di balik berbagai tantangan tersebut, ada juga pengalaman lucu yang masih diingatnya hingga sekarang. Saat sedang santai memberi pakan jangkrik, tiba-tiba seekor tikus melompat dari dalam kandang dan membuat dirinya refleks ikut loncat karena kaget.

“Pas lagi santai ngasih makan, tiba-tiba ada tikus loncat dari dalam. Saya langsung ikut loncat juga,” ujarnya sambil tertawa.

Menurut Juni, peluang usaha ternak jangkrik saat ini masih sangat menjanjikan. Permintaan pasar terus ada, terutama untuk kebutuhan pakan burung, ikan hias, reptil, hingga umpan memancing. Selain itu, modal usaha ternak jangkrik dinilai lebih ringan dibanding beberapa jenis peternakan lainnya.

Melihat potensi tersebut, Juni memiliki harapan besar untuk masa depan usahanya. Ia ingin usaha ternak jangkrik yang dirintisnya bisa berkembang lebih besar dan membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda maupun warga yang masih menganggur di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya ingin bisa merangkul anak muda dan orang-orang yang belum punya pekerjaan. Mudah-mudahan ke depan usaha ini bisa punya banyak karyawan dan membantu mengurangi pengangguran,” harapnya.

Semangat pantang menyerah yang dimiliki Juni Sodikin menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencoba. Dari usaha kecil ternak jangkrik, ia kini tidak hanya membangun penghasilan, tetapi juga membawa harapan baru bagi lingkungan sekitarnya.

Alamat Peternakan

📍 Kp Jl. Kubang, RT 04 RW 08, Desa Sukamukti, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40382

Pemesanan dan Informasi

📞 085711280857

Label Blogspot:
peternakan jangkrik, usaha jangkrik, ternak jangkrik, kisah inspiratif, UMKM Indonesia, peluang usaha, peternak muda, budidaya jangkrik, usaha rumahan, bisnis peternakan

Posting Komentar

0 Komentar